Penggunaan media sosial dijaman seperti ini merupakan sesuatu yang tidak dapat dipungkiri untuk digunakan oleh berbagai pihak dengan berbagai tujuan, mulai dari kepentingan bisnis, menambahan jaringan perkenalan, hingga kebutuhan personal lainnya. Jenis media sosial yang beragam yang memungkinkan para penggunanya untuk memposting berbagai pendapat mereka baik melalui foto dan video dilengkapi dengan berbagai data pendukungnya seperti caption, lokasi, hashtags, akun-akun yang di-mention, dan segudang data pendukung lainnya bila digunakan secara tepat oleh pihak yang tepat pula dapat memunculkan risiko kebocoran data pribadi yang dilakukan secara sukarela dan (mungkin) tanpa disadari oleh sang pemilik akun.
Kebocoran data pribadi tersebut dapat diakibatkan karena kurangnya pengetahuan terhadap pentingnya melindungi data pribadi yang dimilikinya dari pihak-pihak yang tidak berkepentingan. Kebocoran ini pun diperluas dengan tidak diberikannya pengaturan terhadap siapa saja yang dapat mengakses akun media sosial / tidak melakukan konfigurasi private di akun media sosialnya, sehingga apa saja yang diposting olehnya dapat dilihat secara bebas oleh khalayak jagat platform media sosial tersebut.
Oleh karena itu, akibat tidak bijak dalam memposting dalam akun media sosial dapat menimbulkan beberapa risiko kebocoran data pribadi antara lain:
Privasi Perilaku dan Aktifitas.
Postingan sosial media biasanya berisikan informasi, foto, video dan audio yang sangat banyak yang dapat mengungkapkan perilaku dan aktifitas sang pemilik akun yang (mungkin) memposting (hampir) keseluruhan aktifitas kesehariannya, mulai dari bangun tidur hingga larut malam. Hal ini dapat mengakibatkan pengguna lain dapat mengetahui perilaku dan aktifitas sang pemilik akun.
Privasi Pemikiran dan Perasaan.
Dengan diberikannya fitur caption dan respon perasaan pada platform media sosial, maka para pengguna dapat menuliskan dan memberikan respon terhadap setiap posting yang mereka buat maupun milik akun lain yang terlintas di beranda feed akun mereka. Dengan adanya fitur ini, maka setiap pemikiran dan respon terhadap suatu postingan dapat menyimpulkan preferensi sang pemilik akun oleh pengguna lainnya.
Privasi Komunikasi.
Kini beberapa media sosial pun sudah memilik fitur yang hampir menyerupai aplikasi pesan singkat, yaitu fitur berkomunikasi via audio dan video dengan sesama pengguna akun media sosial yang menggunakan platform yang sama. Penggunaan fitur komunikasi ini dapat menimbulkan kebocoran isi percakapan jika tidak digunakan dengan tepat.
Privasi Data dan Foto.
Dengan adanya fitur berbagi (share) yang ada dalam platform media sosial memungkinkan setiap pengguna dengan bebas untuk saling berbagi informasi, foto dan video, baik yang mereka miliki sendiri maupun yang dimiliki oleh orang lain. Dimana setiap informasi, foto dan video yang dibagikan tidak mendapatkan persetujuan dari sang pemilik postingan, sehingga terjadilah kebocoran data pribadi.
Privasi Lokasi dan Teritorial.
Melalui postingan berupa foto dan video dapat menimbulkan terjadinya risiko kebocoran lokasi dan teritorial seperti unggahan tampak dalam kamar tidur dari pemilik akun, tampak dalam rumah dari pemilik akun, dan sejenisnya. Hal ini mungkin terlihat sepele, namun informasi ini dapat dimanfaatkan oleh orang yang tidak berhak untuk melakukan tindakan yang berdampak tidak baik.
Terlepas dari apapun risiko yang terdapat dalam penggunaan media sosial, tentunya media sosial memiliki manfaat baik yang sangat banyak bagi para penggunanya. Hanya saja, risiko-risiko ini perlu diketahui dan dipahami oleh para penggunanya, sehingga dapat mendidik pengguna media sosial untuk semakin waspada dan bijak dalam membagikan informasi apa saja yang boleh dikonsumsi oleh khalayak sosial media dan mana yang tidak boleh. Sehingga pengguna dapat merasakan manfaat media sosial dan meminimalkan dampak terpaparnya data pribadi melalui sosial media.
