Mengamankan Data Dari Serangan Malware!

Dalam beberapa hari terakhir, pembahasan mengenai serangan malware berjeniskan ransomware pada PDN (Pusat Dana Nasional) yang mengakibatkan diduga hilangnya banyak data-data terkait data pemerintahan menjadi topik utama di beberapa media masa. Kita menyaksikan dan mungkin merasakan dampak bagaimana lemahnya penerapan kontrol keamanan data yang seharusnya diaktifkan untuk mengamankan data-data tersebut menjadi tidak berfungsi dengan semestinya. Hal ini sangat disayangkan betapa lemahnya tata kelola keamanan informasi yang digunakan dalam rangka kedaulatan negara di bidang siber dan keamanan informasi.

Belajar dari kejadian tersebut, sudah seharusnya kita memiliki sudut pandang yang menilai bahwa pengamanan data yang kita miliki, entah yang berada didalam laptop, smartphone maupun di media komputasi awan menjadi sangat penting. Apalagi dengan tuntutan jaman yang serba digital memaksa kita untuk mengubah banyak data konvensional kita menjadi data digital.

Memang tidak bisa dipungkiri tidak ada yang bisa sepenuhnya aman di jaman digital, namun setidaknya kita wajib menerapkan tindakan-tindakan minimum yang dapat membantu terjadi hilangnya data digital kita. Untuk itu, terdapat serangkaian tindakan yang wajib untuk diterapkan dalam menanggulangi serangan malware ini.

Memasang dan mengaktifkan piranti lunak anti-malware.

Piranti lunak anti-malware dikenal dengan nama lain yaitu anti-virus. Pastikan di perangkat anda terpasang piranti lunak ini, apapun mereknya, termasuk perangkat smartphone anda. Loh kenapa perangkat smartphone juga harus dipasang anti-virus? Karena hampir dipastikan dalam keseharian, anda cukup sering menggunakan smartphone dan banyak data anda yang tersimpan didalamnya. Setelah memasang, pastikan anti-virus selalu aktif dan mengawasi aktifitas anda termasuk ketika anda melakukan browsing, download file, maupun membuka attachment yang dikirimkan oleh orang lain.

Mengaktifkan fitur pembaharuan signature piranti lunak anti-malware.

Setelah terpasang, piranti lunak anti-malware harus selalu dikonfigurasi agar melakukan pembaharuan signature. Secara default, konfigurasi tersebut sudah dilakukan secara otomatis tanpa campur tangan kita. Fungsinya diperbaharui agar piranti tersebut mengenali jenis malware terbaru yang beredar dan segera mengambil tindakan pengamanan. Pastikan perangkat anda terhubung ke internet agar piranti lunak tersebut dapat memperbaharui signature.

Menonaktifkan autorun dan autoplay untuk perangkat removable media.

Pada tindakan ini untuk mengantisipasi terinfeksinya perangkat kita melalui perangkat removable media seperti flash drive. Fungsi autorun dan autoplay adalah membuka dan (kadang disertai) menjalankan file yang terdapat pada flash drive. Jika file tersebut mengandung malware, maka jika kita tidak menonaktifkan kedua fitur tersebut, maka ada kemungkinan perangkat kita dapat terinfeksi malware. Untuk menonaktifkannya, bagi pengguna sistem operasi Windows bisa merujuk ke situs ini.

Pemindaian oleh piranti anti-malware secara rutin.

Penjadwalan pemindaian (scanning) perangkat oleh piranti anti-malware menjadi sangat penting untuk dilakukan secara rutin. Jangan abaikan / melewati proses ini! Memang ketika proses ini aktif dapat menyebabkan kinerja perangkat kita menjadi lambat, namun proses tersebut hanya berjalan sementara saja. Manfaatkan proses tersebut untuk rehat sejenak / mengambil konsumsi, sehingga proses tersebut dapat terus berjalan dengan baik untuk menginspeksi dan memastikan bahwa perangkat kita bebas dari malware.

Lakukan pencadangan data digital secara rutin.

Pencadangan data digital dapat dilakukan dengan memanfaatkan fitur media komputasi awan yang disediakan oleh provider surat elektronik seperti google drive, one drive, dan sejenisnya. Unggah data digital anda yang dinilai cukup penting dan pastikan hanya dapat diakses oleh anda dan orang-orang yg anda berikan akses. Lakukan peninjauan secara berkala terhadap akses tersebut dan cabut akses dari orang-orang yg sudah tidak berhak lagi mengakses data tersebut.

Mengamankan data digital di jaman digital ini memang bukanlah tindakan yang mudah, namun bukan hal yang tidak mungkin untuk dilakukan. Penting rasanya untuk memiliki kesadaran menanamkan bahwa pengamanan data menjadi hal krusial untuk kemudian membangun budaya mengamankan data didalam diri kita. Mari budayakan pengamanan data dimulai dari diri kita sendiri!