Cara Mencegah Agar Tidak Terinfeksi Ransomware

Di tengah arus digitalasi yang begitu kencang seperti saat ini, pengaruh teknologi dalam kehidupan sehari-hari tentunya tidak dapat dihindari. Hampir setiap area kehidupan, teknologi digital dapat memberikan banyak solusi terhadap permasalahan yang kita hadapi. Namun, kemajuan teknologi digital sering tidak diimbangi dengan kemampuan pengguna teknologi tersebut untuk mengamankan diri ketika berinteraksi dengan teknologi yang sedang digunakannya.

Menurut data yang disadur dari laporan IBM Security mengenai Data Breach Report 2021, sekitar 7,8% insiden keamanan yang terjadi disebabkan oleh infeksi ransomware dimana total rata-rata biaya yang diakibatkan oleh infeksi ransomware sebesar $4,62M di tahun 2021. Tentunya angka tersebut jumlahnya cukup fantastis! Hal ini diperkuat dengan penelitian yang dilakukan oleh Intel 471 yang dilansir dari artikel yang diterbitkan oleh HackerNews yang mengatakan bahwa di sepanjang 3 bulan terakhir 2021 terdapat 34 varian ransomware yang terdeteksi.

Melihat dari data-data tersebut, tentunya serangan ransomware tidak dapat dipandang sebelah mata dan diperlukan perhatian khusus, terutama bagi kita yang dalam kesehariannya berinteraksi dengan teknologi digital. Untuk lebih mengetahui bagaimana cara mencegah ransomware, ada baiknya kita perlu mengenal ransomware terlebih dahulu. Ransomware merupakan salah satu jenis malware yang didisain untuk mengenkripsi file yang terdapat didalam perangkat agar tidak bisa digunakan. Setelah itu, pemilik perangkat akan dimintakan uang tebusan oleh pihak oknum agar file tersebut bisa digunakan kembali (didekripsi). Penjelasan awamnya adalah file yang terdapat didalam perangkat dikompres (zip / rar) kemudian diberikan kata sandi (password), dimana yang mengetahui kata sandi tersebut hanya pihak oknum jahat tersebut. Biasanya ransomware menjadikan file-file yang biasa digunakan dalam aktifitas keseharian, seperti dokumen (word, excel, powerpoint, dan sejenisnya), gambar, foto, dan berbagai jenis file lainnya sebagai sasarannya.

Selanjutnya, setelah kita mengenal cara kerja ransomware maka langkah selanjutnya adalah mengetahui cara untuk mencegah perangkat yang kita miliki terinfeksi oleh ransomware. Beberapa langkah-langkah dibawah patut untuk dilakukan.

Install Piranti Anti-Virus.

Piranti anti-virus menjadi salah satu cara yang efektif untuk mencegah infeksi ransomware di perangkat anda. Hampir semua anti-virus yang berskala global, secara default sudah mampu untuk mendeteksi ransomware. Harganya pun tidak terlalu mahal, bila dibandingkan kerugian yang akan dihadapi bila perangkat kita terinfeksi ransomware. Pasanglah anti-virus di perangkat yang menyimpan file-file penting anda. Kemudian, pastikan perangkat anda terhubung ke Internet secara berkala agar anti-virus dapat melakukan pembaharuan database signature, sehingga anti-virus dapat mengenali varian terbaru dari ransomware.

Lakukan Scan Anti-Virus Secara Berkala.

Langkah selanjutnya yg tak kalah penting adalah selalu lakukan scanning oleh anti-virus di perangkat anda secara berkala. Kemudian, lakukan juga jadikan sebuah kebiasaan baru untuk melakukan scan anti-virus terhadap setiap file yang baru saja anda unduh (download) dari Internet sebelum memutuskan untuk membuka file tersebut. Tujuannya untuk memastikan setiap file yang terdapat didalam perangkat kita aman untuk digunakan dan tidak terinfeksi oleh ransomware.

Lakukan Pencadangan (Backup) Data Secara Berkala.

Pencadangan (backup) data secara berkala menjadi salah satu hal yang wajib dilakukan untuk pencegahan infeksi ransomware. Hal ini bertujuan sebagai tindakan alternatif untuk mendapatkan file yang dibutuhkan, jika perangkat yang kita miliki telah terinfeksi oleh ransomware. Pencadangan dapat dilakukan secara offline maupun online. Offline dilakukan dengan memindahkan file ke media eksternal seperti harddisk eksternal. Sedangkan, online dilakukan dengan mengunggah (upload) file ke penyimpanan berbasiskan cloud seperti Google Drive, One Drive, dan sejenisnya.

Perbaharui (Update) Sistem Operasi Perangkat Secara Berkala.

Jangan abaikan notifikasi pembaharuan sistem operasi yang muncul di perangkat anda. Karena pembaharuan bertujuan untuk meningkatkan keamanan pada sistem operasi. Waktu yang dibutuhkan untuk proses pembaharuan pun tidak terlalu lama dan dapat dijadwalkan pada waktu yang bisa disesuaikan. Pembaharuan secara berkala juga harus dilakukan terhadap seluruh sofware yang terpasang di perangkat anda.

Jadikan 4 (empat) langkah-langkah diatas sebagai kebiasaan baru dalam berinteraksi dengan tekonologi digital. Memang tidak mudah dalam menciptakan kebiasaan baru tersebut, namun bukan berarti tidak bisa dicoba dan dilakukan.